Selasa, 04 Juni 2013

Saat syair ilir-ilir berkumandang dinegri jiran Malaysia

Saat syair ILIR-ILIR berkumandang di negeri melayu(Malaysia)

Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir
Tak ijo royo royo
Tak sengguh penganten anyar
Bocah angon bocah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro dodotiro kumintir bedah ing pinggir
Dondomono jrumatono kanggo seba mengko sore
Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Yo surak’0 surak hiyo
Antusiasme para Ahbabul Musthofa khususnya dari jawa tengah(Indonesia) dalam melantunkan syair ilir-ilir membuat heran para jamaah mega mawlid malam dambaan cinta Rasul. Karena begitu semangatnya ikut melantunkan qosidah yang berbahasa jawa ini,
99.99% penduduk melayu tidak bisa dan tidak mengerti arti bahasa jawa akan tetapi salah satu dari warga tempatan mengatakan bahasa jawa itu bagus, walau saya tidak mengerti namun saya terhibur dan bahkan kepingin bisa belajar bahasa jawa ucap mamad(37).
Jika di amati dari perkataan orang melayu ini, dia saja yang bukan warga negara mengakui ke unikan dan ke cantikan akan bahasa yang dimiliki Indonesia kenapa kita(warga Negara Indonesia) terkadang malu dan menyembunyikan bahasa kita sendiri?

Mari mulai cintai kekayaan bahasa kita, jangan pernah malu menggunakan bahasa milik negara sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar