Untuk kesempatan kali ini saya akan sedikit paparkan tentang pengertian ilmu pengetahuan, Teknologi dan Seni serta iman, ipteks dan amal sebagai kesatuan dari pandangan Islam.
A. Pengertian
Ilmu,Pengetahuan,Teknologi dan Seni
Pengetahuan adalah segala sesuatu
yang diketahui manusia melalui tangkapan pancaindra dan firasat. Kata
ilmu berasal dari bahasa Arab "alima-ya'lamu. Ilmu adalah pengetahuan yang sudah diklasifikasi sehingga
menghasilkan kebenaran objektif yang sudah diuji kebenarannya dan dapat diuji
ulang secara ilmiah. Secara sederhana pengetahuan dan ilmu dapat dijelaskan
sebagai berikut: Pengetahuan diartikan hanyalah sekadar
“tahu”, yaitu hasil tahu dari usaha manusia untuk menjawab pertanyaan “apa”,
misalnya apa batu, apa gunung, apa air, dan sebagainya. Sedangkan ilmu bukan
hanya sekadar dapat menjawab “apa” tetapi akan dapat menjawab “mengapa” dan “bagaimana”
, misalnya mengapa batu banyak macamnya, mengapa gunung dapat meletus, mengapa
es mengapung dalam air. Sedangkan teknologi adalah hasil produk
pengetahuan dan ketrampilan yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dalam
kehidupan manusia sehari-hari. Teknologi dapat membawa dampak positif berupa
kemajuan dan kesejahteraan bagi manusia juga sebaliknya dapat membawa dampak
negatif berupa ketimpang-ketimpangan dalam kehidupan manusia dan lingkungan.
Konon kata seni berasal dari kata “SANI” yang kurang lebih artinya “Jiwa
Yang Luhur/ Ketulusan jiwa”. Namun menurut kajian ilmu di Eropa mengatakan
“ART” (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang/ atau karya dari
sebuah kegiatan. Seni merupakan
ekspresi jiwa seseorang.. Selain itu Seni juga
merupakan ekspresi keindahan. Seni
identik dengan keindahan. Dan keindahan menjadi salah satu sifat
yang dilekatkan Allah pada penciptaan jagat raya ini. Allah melalui kalamnya di
Al-Qur’an mengajak manusia memandang seluruh jagat raya dengan segala keserasian
dan keindahannya. Allah berfirman: “Maka apakah mereka tidak melihat ke
langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya,
dan tiada baginya sedikit pun retak-retak?”
B. Iman, Ipteks, dan Amal sebagai
Kesatuan
Iman menurut arti bahasa adalah membenarkan dalam hati dengan mengandung
ilmu bagi orang yang membenarkan itu. Sedangkan pengertian iman menurut
syari’at adalah membenarkan dan mengetahui adanya Allah dan sifat-sifat-Nya
disertai melaksanakan segala yang diwajibkan dan disunahkan serta menjauhi
segala larangan. Para sarjana muslim berpandangan bahwa yang disebut ilmu itu
tidak hanya terbatas pada pengetahuan (knowledge) dan ilmu (science) saja,
melainkan ilmu oleh Allah dituliskan dalam lauhil mahfudz yang disampaikan
kepada kita melalui Alquran dan As-Sunnah (segala sesuatu yang bersumber dari
Nabi Muhammad berupa perkataan, perbuatan, atau persetujuannya). Ilmu Allah itu
melingkupi ilmu manusia tentang alam semesta dan manusia sendiri. Jadi bila
diikuti jalan pikiran ini, maka dapatlah kita pahami, bahwa Alquran itu
merupakan sumber pengetahuan dan ilmu pengetahuan manusia (knowledge and
science). Dalam pandangan Islam, antara agama, ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni terdapat hubungan yang harmonis dan dinamis yang
terinteraksi ke dalam suatu sistem yang disebut dinul Islam, didalamnya
terkandung tiga unsur pokok yaitu akidah, syariah, dan akhlak dengan kata lain
iman, ilmu dan amal shaleh.
Seandainya penggunaan satu hasil teknologi telah melalaikan seseorang dari
zikir dan tafakur serta mengantarkannya kepada keruntuhan nilai-nilai keagamaan
maka ketika itu bukan hasil teknologinya yang mesti disalahkan, melainkan kita
harus memperingatkan dan mengarahkan manusia yang menggunakan teknologi itu.
Jika hasil teknologi sejak semula diduga dapat mengalihkan manusia dari jati
diri dan tujuan penciptaan sejak dini pula kehadirannya ditolak oleh islam.
Islam merupakan ajaran agama yang sempurna, karena kesempurnaannya dapat
tergambar dalam keutuhan inti ajarannya. sebagaimana
yang dinyatakan dalam Al-Qur’an S.Ibrahim/14:24-25 didalamnya disebutkan “Ayat di atas mengibaratkan bangunan Dienul
Islam bagaikan sebatang pohon yang baik, iman diidentikkan dengan akar dari
sebuah pohon yang menopang tegaknya ajaran Islam. Ilmu diidentikkan dengan
batang pohon yang mengeluarkan dahan-dahan/cabang-cabang yang berupa ilmu
pengetahuan. Sedangkan amal ibarat buah dari pohon itu identik dengan teknologi
dan seni. ”.
Dari penjelasan tersebut di atas menggambarkan keutuhan antara iman, ilmu
dan amal atau syariah dan akhlak dengan dinul Islam (perumpamaan yang baik)
bagaikan sebatang pohon yang baik. Ini merupakan gambaran bahwa antara
iman, ilmu dan amal merupakan suatu kesatuan yang utuh tidak dapat dipisahkan
antara satu sama lain. Iman diidentikkan dengan akar dari sebuah pohon yang
menupang tegaknya ajaran Islam, ilmu bagaikan batang pohon yang mengeluarkan
dahan. Sedangkan amal ibarat buah dari pohon itu ibarat dengan teknologi dan
seni. IPTEKS yang dikembangkan di atas nilai-nilai iman dan ilmu akan
menghasilkan amal shaleh bukan kerusakan alam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar